Anggaran Pendidikan, Aduhay

MEGAPOLITAN NEWS

- Author

Jumat, 24 Mei 2024 - 15:42 WIB

8015 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Djafar Badjeber

JAKARTA – Sejak tahun 2009 pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan 20 % di APBN dan APBD ditingkat Propinsi, Kabupaten dan Kota. Tentunya anggaran ini cukup besar untuk peningkatan SDM anak didik.

Komitemen Pemerintah ini patut diapresiasi oleh kita semua, karena anggaran pendidikan Indonesia terbesar di Asia. Meskipun anggaran pendidikan Indonesia cukup besar, Human Capital Index Indonesia tahun 2020 hanya mencapai 0,54. Singapura mencapai 0,88, Vietnam 0,69 dan Malaysia 0,61. PISA (Programme for Internasional Student Assessment) maupun HCI sangat tergantung pada kualitas tenaga pendidik/guru.

Konon peringkat Indonesia kalah dengan negara diatas, karena kualitas pendidik/guru kurang memadai. Guru yang PNS-pun kompetensinya kisaran Skor 50-an dari 100 dan hanya 4 % guru yang dapat Skor 70.

Baru-baru terungkap anggaran Pendidikan dalam APBN Rp 665 Trilyun/satu tahun. Alokasi untuk kepentingan Pendidikan hanya 15% atau Rp 98 Trilyun. Sisanya untuk operasional Diknas dan Depag. Bagaimana akuntabilitas pendidikan dan anggarannya ?

Sebenarnya belanja operasional Diknas dan Depag bisa dihemat atau dipotong dengan lebih memprioritaskan UKT (Uang Kuliah Tunggal ) yang belakangan ini naik gila-gilaan. Kebijakan UKT ini tentu memberatkan Mahasiswa (orang tua).

Baca Juga :  Tommy Dilantik Sebagai Ketua Umum Pelita Prabu, Komitmen Menangkan Prabowo Gibran

Apakah kenaikan UKT ini akibat new liberalisasi dan kapitalisme di Kampus, sehingga Pendidikan ikut menjadi korban Liberalisasi dan Kapitalisasi.

Harusnya Pemerintah meringankan beban Mahasiswa, bila perlu subsidi seluruhnya alias gratis.

Saat ini kita sedang dilanda Bonus Demografi, kelompok Milenial dan Gen Z yang membutuhkan lanjutan pendidikan. Mereka punya cita-cita, punya impian, punya mimpi, ingin berhasil, maka jawabannya beri kesempatan yang luas.

Penerintah punya tanggung jawab kepada kelangsungan SDM Indonesia yang kompetitif agar bisa bersaing dipasar Internasional.

Penulis:
– Anggota MPR RI 1987-1992
– Wakil Ketua DPRD DKI 1999-2004

Berita Terkait

Klarifikasi Sekjen PWI Pusat Atas Rilis Dewan Kehormatan PWI Pusat
Polsek Pademangan : Safari Ramadhan Santuni Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama Pokdar Kamtibmas
Proyek Revitalisasi Merdeka Walk Mangkrak, Aliansi Aktivis Kota (AKTA) Menilai Bobby Gagal Membangun Medan
Aktivis 98 Ini, Tolak Pembangunan Rumah Transisi Prabowo-Gibran
AdMedika dan TelkomMetra bersama Nara Kreatif Dukung Pemerataan Pendidikan melalui Program Beasiswa
Wujudkan Kamtibmas Kondusif di Bulan Ramadhan, Polres Metro Jakbar Gelar Apel Operasi Cipta Kondisi Gabungan
Oknum Kasie Intel Kajari Ketapang Ancam Wartawan dan Minta Take Down Berita, Noven Saputera S.H : Ada Apa?
Pasar Kedoya Jakarta Barat Harga Beras Turun, Simak !! Daftar Harganya

Berita Terkait

Sabtu, 6 April 2024 - 18:08 WIB

Klarifikasi Sekjen PWI Pusat Atas Rilis Dewan Kehormatan PWI Pusat

Kamis, 21 Maret 2024 - 17:37 WIB

Polsek Pademangan : Safari Ramadhan Santuni Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama Pokdar Kamtibmas

Rabu, 20 Maret 2024 - 10:52 WIB

Proyek Revitalisasi Merdeka Walk Mangkrak, Aliansi Aktivis Kota (AKTA) Menilai Bobby Gagal Membangun Medan

Senin, 18 Maret 2024 - 16:59 WIB

Aktivis 98 Ini, Tolak Pembangunan Rumah Transisi Prabowo-Gibran

Senin, 18 Maret 2024 - 16:32 WIB

AdMedika dan TelkomMetra bersama Nara Kreatif Dukung Pemerataan Pendidikan melalui Program Beasiswa

Sabtu, 16 Maret 2024 - 21:33 WIB

Wujudkan Kamtibmas Kondusif di Bulan Ramadhan, Polres Metro Jakbar Gelar Apel Operasi Cipta Kondisi Gabungan

Senin, 4 Maret 2024 - 16:55 WIB

Oknum Kasie Intel Kajari Ketapang Ancam Wartawan dan Minta Take Down Berita, Noven Saputera S.H : Ada Apa?

Kamis, 29 Februari 2024 - 16:53 WIB

Pasar Kedoya Jakarta Barat Harga Beras Turun, Simak !! Daftar Harganya

Berita Terbaru